MANTAN PREMAN
Aku ridho mantan preman yang insaf, he..he.. serem juga yach..tapi memang itulah saya walaupun saya bukan seorang kriminal tapi saya pernah nongkrong di terminal, saya pernah jadi tukang asong, saya pecandu berat narkoba dan miras, saya seorang pecinta wanita tapi itu semua dulu setahun yang lalu.
Sungguh tak pernah terlintas di benakku kalau sekarang aku menjadi orang yang alim dan ahli ibadah (Amiiin). Aku berubah 180 derajat Semua itu terjadi karna Rahmat dan Hidayah Nya. Allah SWT yang Maha Pemberi dan juga Maha Berkehendak. Ternyata Allah masih mencintaiku walaupun aku sudah meninggalkan Nya.
Ceritaku akan ku awali sejak aku SMP.
Aku sekolah sambil mondok di pesantren di kota Tasik Malaya, aku tergolong orang yang pendiam namun gampang bergaul, seperti biasa sama dengan santri lainnya aku di ajarkan agar bisa hidup mandiri di umurku yang masih belia yaitu 13 tahun aku sudah jauh dari kedua orang tua, mengatur uang jajan sendiri makan masak sendiri dan belajarpun tanpa bimbingan orang tua. Tapi di balik itu semua aku bersukur karma teman sebayaku banyak dan kakak asuh ku begitu memperhatikan aku.
tak terasa sudah setahun telah berlalu akupun sudah naik ke kelas dua oohh senangnya hati ini aku makin kerasan tinggal di pondok pesantren selain suasananya yang begitu khas pas persis seperti lagunya Nasida Ria :
“Suasana Di Kota Santri
Asik Senangkan Hati
Suasana Di Kota Santri
Asik Senangkan Hati
Tiap Pagi Dan Sore Hari
Muda Mudi berbusana rapi
Menyandang kitab suci
Hilir mudik silih berganti
Pulang pergi mengaji
Yah memang seperti itu suasananya selain cuacanya yang sejuk juga penduduknya yang ramah ramah.
Suatu hari penerimaan siswa baru sedang berlangsung, kebetulan aku sedang berada di dalam kobong (kamar untuk para santri-red) di lantai dua yang berhadapan langsung dengan halaman sekolah .
“dho coba liat mana yang paling cantik?”
kakak asuh ku bertanya sambil bercanda,
akupun langsung melirik memperhatikan wajah mungil siswi baru satu persatu dan mata aku tersandung ke wajah seseorang yang begitu cantik dan imut.
” ada kak yang itu tuh yang berdiri di tengah dekat tiang bendera”
ucapku spontan..
ha.. ha umurku sekarang sudah 14 tahun dan saat itulah aku pertama kali merasakan apa namanya cinta.
Ternyata cinta memang indah , cinta bisa membuat hati senang membuat kita tertawa dan tersenyum hati pun berbunga bunga .
Singkat cerita gadis itu bernama Arini dan rumahnya tidak jauh dari pondok..dia sekarang menjadi adik kelasku segala cara ku tempuh untuk mendapatkannya dan pada akhirnya….
Ahaa …senangnya diriku cintaku diterimanya…
yess sekarang aku punya pacar….
Aku kini semangat belajar demi untuk mendapatkan perhatian dari Arini.
Dan Arini pun semakin mencintaiku apalagi ilmu agamaku semakin mantap aku sudah bisa membaca Al-Qur’an dan juga kitab kuning semakin lengket saja Arini.
baru dua tahun di pondok aku merasa semakin dewasa walaupun di usia yang masih belia dibalik keharmonisan aku dengan Arini ternyata Allah punya rencana yang lain, di tahun ketiga aku bergaul dengan mereka teman sekolahku yang kebetulan tidak mondok di pesantren dari merekalah aku pertama kali tahu yang namanya minuman keras , tiap pulang sekolah aku tidak langsung ke pondok tapi nongkrong bersama temanku sambil nenggak AO (nama beken miras-red) demikian lah hari hariku mulai di selimuti dengan kegelapan sampai akhirnya akupun putus dengan pacarku Arini karma dia tidak menyukai sikapku, aku pun selesai sekolah SMP dan aku kembali ke kampung halamanku.
Karawang kota kecil di pinggiran Ibu Kota Jakarta di sanalah kampung halamanku aku tinggal di sekitar pasar walaupun orang tua ku bisa di katakan orang yang berada namun aku tak pernah manja untuk di belikan sesuatu mungkin karma didikan di pondok pesantren dulu.
Kini aku sudah benar dewasa aku sekarang anak SMA celana abu abu dan kemeja putih, aku bangga sekali memakainya.
Aku berangkat sekolah memakai angkot (angkutan umum-red) duduk di pojok sambil menebar senyum ke penumpang lain yang kebetulan siswi SMA lain, bangga nya diriku menjadi seorang yang dewasa lupa sudah apa yang dahulu pernah di ajarkan di pondok,
Kembali aku bergaul dengan mereka yang bisa dikatakan kurang baik aku melangkah lebih jauh bukan hanya minuman keras yang ku tenggak tapi juga narkoba seperti pil koplo, magadon, nipam, valium dan juga ganja. Koq bisa?? Dulu kan aku pernah pesantren aku pasti sudah tahu apa hukumnya.. namun setan lebih jago untuk menggodaku bahkan sekarang aku menjadi Bandar narkoba tapi dari mana modalnya?? Oh ya aku jadi tukang asong di terminal ataupun di pom bensin dan sebagian lagi aku menjual barang barang yang ada di rumah ( maafkan aku ya mah,,) semakin kelam kehidupanku hari hari ku tak lepas dari narkoba aku sudah kecanduan, aku sudah terpuruk aku sudah kacau, aku sudah hina….
Tiga tahun berlalu masa SMA ku kini tinggal kenangan.
Kini aku kuliah di Akademi Perhotelan yang terletak di Jakarta. Awalnya aku pulang pergi dari Karawang Jakarta namun akhirnya aku merasa cape juga ..
dan akhirnya akupun kost di daerah Jakarta Pusat. Kini kehidupan SMA ku sudah aku tinggalkan aku sudah tidak berkecimpung lagi di dunia narkoba namun aku kembali ke minuman keras dan wanita tentunya..
kini jack danil, red label, wine dan juga brendy menghiasi kamar kost ku. Aku seorang mahasiswa perhotelan masa aku tidak boleh mengenal minuman tersebut akh kini jaman udah maju akupun harus melangkah ke level yang lebih tinggi. Dan wanita?? Aku pernah menjadi penghibur mereka para tante tante yang kesepian bejad sudah hidupku sampai akhirnya aku selesai kuliah dan bekerja di salah satu hotel berbintang tiga di kampung halamanku.
Perjalanan hidupku dalam mencari ilmu kini sudah berahkir
Aku bekerja menjadi recepsionist di sebuah hotel berbintang tiga di kotaku tercinta kampung halamanku kota goyang kota karawang..
aku berpacaran dengan salah seorang waitrees karaoke dan aku tinggal bersama di sebuah tempat kost hidup seperti layaknya suami istri. Ya Allah kenapa aku begini???
Kini semuanya kembali lagi miras, ekstasi, ganja, putaw dan juga shabu menghiasi hari hariku.
tiap kali pulang kerja aku mampir ke diskotek yang berada di hotel di mana aku bekerja. Tiap hari aku berpesta bersuka ria bahkan sering juga aku bertukar pasangan atau swinger dengan teman lainnya..
mungkin itulah yang di sebut nikmatnya dunia.
Moneter pun terjadi menimpa hotel dimana aku bekerja dan aku pun terkena dampaknya aku di PHK sekarang aku menjadi pengangguran
namun itu tak berlangsung lama. ternyata Allah masih sayang padaku, kini aku di terima di sebuah perusahaan dan aku bekerja disana menjadi operator.. apa operator?? Itu kan buat lulusan SMA ?? Tapi tak apa yang penting aku bisa bekerja kembali dan kini aku mulai bersih semua embel embel hotel aku tinggalkan narkoba miras dan wanita semua sudah aku kubur dalam dalam.
Benar ternyata Allah masih sayang padaku tiga bulan aku bekerja aku di minta untuk menggantikan salah satu staff yang mengundurkan diri dan aku menyanggupinya.
Alhamdulillah keuangan akupun membaik. Sampai suatu ketika aku kepikiran mantan pacarku dimana dia sekarang Arini cinta pertamaku kenapa aku merindukannya setelah sekian lama aku berpisah dengannya??? Akh aku tak pikir panjang lagi aku pun langsung telepon ke teman saya di Tasik menanyakan keadaan Arini dan sungguh jawaban yang mengejutkan ternyata Arini masih kuliah di salah satu Fakultas di Bogor…
“Karawang Bogor ?? dekat koq sekali naik bis sampai..”, hatiku bicara..
Hari sabtu telah tiba hari libur hari yang aku tunggu tunggu hari yang penuh dengan rencana akupun langsung berangkat ke Bogor menggunakan bis, sesampainya di bogor aku booking hotel istirahat sejanak lalu bergegas lagi untuk menemui mantan pacarku Arini.
Subhanallah Arini yang dulu kecil imut sekarang menjadi wanita dewasa berkerudung cantik sekali dia..diapun tersipu malu bertemu dengan aku nampaknya diapun masih mengharapkan aku.
Akupun bercerita panjang lebar dengan Arini namun masa masa kelamku sengaja aku menutupinya aku takut menyakiti perasaannya dan aku takut dia malah membenciku..
Sekarang hari sabtu dan minggu adalah hari yang aku tunggu tunggu.. aku selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi mantan pacarku yang sekarang menjadi pacarku lagi..
Kembali Allah memberi cobaan kepada diriku. Selain bekerja akupun mempunyai sampingan yang hasilnya luar biasa sepuluh kali lipat dari gajiku..(ya Allah andaikan aku bisa mensukurinya mungkin aku sudah jadi haji) tapi yang namanya setan dia pun lebih gesit menjerumuskan aku…. Kini aku seperti dahulu lagi dunia kelam menjadi kehidupanku kembali…
Dari mulai Diskotik sampai karaoke… mulai spa sampai warung remang.. semua aku jelajahi.. akupun mulai kecanduan shabu tiap hari aku memakainya sebelum berangkat kerja
Singkat cerita shabu yang biasanya gampang di cari kini susah sekali mendapatkannya bahkan aku sanggup membayar sepuluh kali lipatnya tapi tetap saja aku tidak bisa mendapatkannya.. akupun mengalamai sakaw badan menggigil tulang terasa ngilu di sanalah aku mendapatkan Hidayah Nya aku di beri mimpi mimpi yang begitu menyeramkan bayangan masa kelam dahulu selalu melintas di barengi dengan bayangan siksa neraka yang begitu menakutkan…… akhirnya aku TOBAT.
Ku teteskan air mata aku menyesali apa yang telah aku lakukan dan aku berjanji tak akan kembali terjerumus ke lembah hitam.
Sekarang aku berubah aku ridho yang dulu selalu memakai kopiah aku kumpulkan semua teman alumni pondok pesantren aku buat pengajian dirumah tiga kali dalam seminggu.
Ku tinggalkan semua teman temanku di masa kegelapan.. aku ganti dengan berteman orang shaleh..
Dan untuk Arini wanita dewasa yang berkerudung Alhamdulilah sekarang dia menjadi istriku.
Terima kasih Allah.. Engkau telah memberikan pelajaran yang sangat berharga yaitu pengalaman.
Terima kasih Allah.. Engkau masih tetap mencintaiku..dan aku bertobat pada Mu. Maafkan aku yang telah melupakan mu..
Tuhan
Tempat aku berteduh
Dimana aku mengeluh
Dengan segala peluh
Tuhan
Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku memuja
Dengan segala do'a
Aku jauh, engkau jauh
Aku dekat, engkau dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dosa berpadu

